JellyPages.com

Kamis, 09 Mei 2013


Tikus Penyeimbang Ekosistem


TIKUS, terkadang jika mendengar nama ini yang tergambarkan dalam benak pikiran kita, adalah binatang yang identik dengan warna hitam, biasa hidup ditempat yang kotor seperti selokan, tong sampah ataupun gorong, bahkan yang lebih parah lagi biasa disebut hama tanaman padi atau pencuri makanan rumahan.Tahu ga? Sebenarnya dalam kekurangannya binatang ini juga mempunyai beberapa peran penting, antara lain: bentuk gigi yang menonjol didepan sebanyak 2 buah mengharuskan tikus untuk memakan biji-bijian supaya gigi tersebut bisa slalu terasah. Hal ini berkaitan dengan peran dan fungsi tikus sebagai penyebar biji beberapa bekas makanan. Perbanyakan dan penyerbukan diri secara alami diatur pula dengan bantuan hewan penyerbuk atau penyebar biji melalui inang perantara. Tujuan pemencaran biji adalah untuk mengurangi resiko kepunahan. 
Selain itu, tikus juga berperan sebagai konsumen tingkat I dalam rantai makanan yang artinya hewan yang memakan produsen dan berada pada tropik paling rendah dalam rantai makanan. Konsumen tingkat I dalam ekosistem, berperan sebagai hewan mangsa bagi predator atau konsumen diatasnya. Secara tidak langsung, hal ini sangat penting untuk menjaga kestabilan ekosistem yang ada didalam hutan (rantai makanan). Jadi bisa dibayangkan jika didalam suatu ekosistem (hutan) tidak ada konsumen tingkat I seperti tikus, pasti beberapa predator seperti ular, akan sering turun ke desa untuk memakan hewan peliharaan warga desa. 
Keanekaragaman hayati menjadi bagian yang sangat penting dalam konservasi dan keseimbangan ekosistem. Keseimbangan ekosistem telah diatur secara alami melalui mekanisme rangkaian penyediaan dan keseimbangan jaring pakan yang sederhana. Beberapa jenis tikus yang biasa ditemukan pada habitat hutan sekunder, seperti Maxomys surifer dan Maxomys rajah dapat dijadikan indikator (pencirian habitat) untuk menggambarkan kondisi hutan yang masih cukup stabil (baik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar